MONOLOG WIKO ANTONI : MENGGAPAI BINTANG
Aku tak boleh menyerah. aku harus menggapai cita-citaku. aku tak mau menjadi orang bodoh, memehami apa yang ada disekelilingku, tak mengetahui hal lain diluar sana. cukuplah kakak kakakku yang kawin muda. aku tidak setuju pendidikan hanya dapat dinikmati orang kaya saja. aku harus bangkit aku harus melanjutkan pendidikan.
Kata ayah aku akan segera dinikahkan dengan pilihannya. mana aku mau, umurku belum genap tujuh belas. masa depanku masih panjang aku tak mau menikah, lalu setahun kemudian sibuk mengurus anak. aku masih begitu muda, mana mungkin aku mampu mengurus rumah tangga dengan baik. aku tidak mau...aku tidak mau.
ah... aku bingung, padahal aku sudah jelaskan kepada orang tuakuku aku ingin melanjutkan sekolah, mereka terus berkeras hendak menikahkanku. aku tidak mau. aku tetap tidak mau, sampai matipun aku tidak mau. lihat kakakku yang nomor dua, baru setahun menikah sudah menjanda, apa menikah itu hanya untuk bercerai. aku kira itu terjadi karena waktu ia menikah dulu ia memang belum siap untuk itu. lihat pula kakakku paling tua, hingga kini harus banting tulang bekerja untuk mencukupi nafkah keluarga, suaminya ternyata punya istri sebelum dia. kini ia kembali ke istri tua sementara dengan kakakku ia sudah punya anak dua yang tak pernah dinafkahi sampai kini. Aku tidak mau seperti mereka. aku mau hidup lebih baik. untuk itu aku harus mendapat pendidikan yang baik pula. aku ingin menjadi wanita yang punya wawasan, punya sikap dan dapat menentukan hidupku sendiri secara bijaksana.
sebenarnya semua perempuan ingin bersuami, ya. setiap yangmulai remaja ingin punya teman hidup. tapi bukan begini caranya, menikah dengan buru-buru tanpa kesiapan jiwa, tanpa kesiapan wawasan keilmuan, aku yakin kalau aku menikah sekarang pasti rumah tanggaku berantakan. aku tak mau itu terjadi, aku mau hidup tentram, teratur dengan bekal ilmu yang cukup.
TERDENGAR SUARA PANGGILAN IBU. GADIS TERSEBUT MENYAHUT.
tidak bu aku tidak mau menemuinya, aku mau melanjutkan sekolah, aku nohon bu, jangan paksa aku menikah sekarang. aku mau melanjutkan sekolah dulu. mengertilah bu, aku tidak mau.PEREMPUAN MENATAP KETAKUTAN. jangan...jangan paksa aku menikah sekarang. aku mau sekolah. aku tidak mau kelak menjadi seorang ibu rumah tangga yang miskin wawasan keilmuan. aku mau hidup lebih baik, jangan paksa aku aku mohon bu...GADIS MELANGKAH MUNDUR. IA KETAKUTAN SEKALI. Jangan ayah jangan paksa aku menemuinya biar dia cari gadis lain saja. aku tidak mau, aku tidak mau. aku mohon mengertilah...MUSIK TERDENGAR MENGIRIS. Siapa saja tolonglah aku. aku ingin lari dari pakasaan ini aku ingin melanjutkan sekolah. aku mau menuntut ilmu yang lebih tinggi. tolonglah aku... dikampung ini orang tidak mengerti arti pendidikan, tolonglah aku, jelaskan kepada mereka bahwa ilmu sangat penting, pendidikan sangat penting...siapa saja... jelaskan pada mereka. lihatlah disekelilingku. mereka semua ingin anak mereka cepat menikah, agar tanggungjawab mereka sebagai orang tua cepat tuntas. tapi kenyataan yang terjadi. ketika perempuan-perempuan banyak yang menjanda, masalah bukannya selesai bahkan beban hidup semakin parah. Tolonglah aku, tolong jelaskan kepada mereka bahwa sekolah bukan buang-buang uang namun upaya mendapatkan harta yang tak ternilai harganya. bagaimana mungkin hidup dapat ditempuh dengan sempurna tanpa ada bekal ilmu dalam diri kita. GADIS MELANGKAH LUNGLAI. MUSIK SEPI. biar aku coba untuk melanjutkan hidupku sendiri, biar aku akan pergi dari kampung ini akan kucoba menuntut ilmu dengan upayaku sendiri. tapi apa mungkin ya...mana mungkin aku membiayai sekolahku sendiri dinegeri orang, sementara orang tuaku tak mau mendukung keinginannku untuk mendapat pendidikan. SEDIH. ah... aku tak berdaya, sepertinya aku harus menerima paksaan ayahku untuk meneriam lamaran pria itu. tapi..aku tidak mau, aku benar-benar tidak mau. tapi aku tak berdaya, bagaimana ini. TERDENGAR SUARA PANGGILAN. GADIS CEMAS. Tidak, aku tidak mau...aku mau sekolah, tidak ibu, tidak ayah...izinkan aku melanjutkan sekolahku... aku tidak mau. GADIS TERSUNGKUR TIDAK BERDAYA.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar